jump to navigation

Disuruh bikin visa US … October 11, 2015

Posted by aghus in Bebas.
trackback

Di halaman dalam paspor saya sekarang sudah tertempel stiker bertuliskan VISA United States of America. Penempelan stiker ini terjadi gara-gara supervisor saya karena suatu hal tidak bisa menghadiri konferensi di San Diego, California. Padahal sudah hampir setahun dia menunggu untuk bisa presentasi di konferensi bergengsi tersebut. Jadilah saya disuruh untuk apply visa ke US, dan mau tidak mau harus dilaksanakan. Karena empat bulan yang lalu saya sempat juga disuruh apply visa untuk konferensi di Boston. Namun saat itu saya menolak, karena bertepatan dengan liburan musim panas, sehingga saya milih liburan saja. Nah kalau sekarang menolak lagi, takut dikira gak loyal, He33x

http://www.mgi-turbo.com

Ok deh, saya sekedar ingin berbagi cerita tentang bagaimana apply visa ke US. Sebelum apply visa tersebut, hal pertama yang saya lakukan adalah cari informasi sebanyak-banyaknya, baik dari internet maupun teman yang pernah ke US. Pada dasarnya informasi tentang apply visa ke US ini sudah sangat lengkap di situsnya, tapi karena dengar-dengar banyak yang ditolak untuk mendapatkan visa ke US, saya mesti siapkan perlengkapan dan strategi agar tidak ada masalah. Maklum saya apply visa bukan dari Indonesia melainkan dari Arab Saudi.

Ada dua jenis visa ke US yaitu Immigrant dan NonImmigrant. Dalam hal status saya untuk menghadiri konferensi, maka saya apply Nonimmigrant type B1/B2. Langkah-langkah yang kemarin saya lakukan adalah :

1. Mengisi form Nonimmigrant Visa Electronic Application (DS-160) secara online. Pada pengisian data ini, kita akan mendapatkan DS-160 Confirmation Number yang terdiri dari 10 digit. Nomor ini yang digunakan untuk proses pengurusan visa selanjutnya. Data yang harus diisikan menurut saya sangat detail, seperti email kita, nama orang tua dan tanggal lahirnya, berapa kali kita pernah pergi keluar negeri dalam 5 tahun terakhir, riwayat pendidikan kita, dan sebagainya. Mungkin pengisian form tersebut tidak cukup dalam 1-2 jam, karena kita memang harus mengisikan banyak data dari banyak dokumen yang kita miliki. Namun demikian jangan kuatir, kita dapat menyimpan proses pengisian tersebut, dan kita dapat melanjutkan pengisian tanpa takut kehilangan data yang telah diisikan. Di dalam pengisian form DS-160 ini, kita juga disuruh upload foto ukuran 5 x 5 cm (2 x 2 inch) dengan kriteria yang sudah ditentukan.

2. Membayar biaya aplikasi visa. Untuk di Saudi Arabia, pembayaran dilakukan melalui bank Samba bisa secara cash di teller atau secara online. Bila melakukan pembayaran dengan cash, seperti yang saya lakukan, kita harus menuliskan CGI Reference Number, yang diperoleh saat pengisian form pada langkah 1 di atas. Biaya yang harus dibayarkan sudah disetarakan dangan 608 SAR. Untuk pembayaran cash di bank Samba menggunakan form khusus untuk deposit US visa. Saat saya bilang ke salah satu customer service bank tentang pembayaran aplikasi visa ke US, dia langsung memberi form khusus aplikasi visa. Ingat untuk mengisikan CGI Reference Number

3. Membuat jadwal wawancara di US embassy. Pembuatan jadwal wawancara dilakukan secara online juga melalui web site. Kita tidak bisa langsung melakukan penjadwalan wawancara sesaat setelah pembayaran aplikasi, namun menunggu notifikasi yang dikirimkan melalui email. Setelah notifikasi diterima, itu artinya pembayaran kita telah diverifikasi, dan kita bisa melakukan penjadwalan wawancara. Dokumen yang perlu disiapkan adalah nomor paspor, CGI reference number, dan 10 digit DS-160 confirmation number.

4. Melakukan wawancara. Pada saat waktu yang ditentukan kita datang ke US Embassy, yang tempatnya antara circle 8 dan 9. Kita harus jalan kaki dari tempat parkir mobil ke embassy. Di depan embassy kita antri sesuai antrian jadwal yang ditentukan. Seingat saya ada 4 baris antrian sesuai waktu. Saat kita wawancara kita dilarang bawa hp, remote control, ataupun peralatan elektronik lainnya. Kita cukup membawa dokumen yang diperlukan (lihat di web site http://www.ustraveldocs.com/sa/sa-niv-typeb1b2.asp). Saat sebelum memasuki lingkungan embassy, seperti biasa kita melalui detector logam untuk memastikan kita tidak membawa barang-barang yang membahayakan. Ada tiga tahapan yang dilakukan saat sudah di dalam lingkungan embassy. Pertama kali diberi nomor antrian, paspor kita diminta untuk ditempeli 10 digit dengan bar code DS-160 Reference number, dengan tambahan tulisan Aramex. Informasi saja, Aramex itu semacam jasa pengiriman. Di Aramex ini saya mengambil paspor yang telah ditempeli stiker visa. Tahapan kedua, melakukan sidik jari. Berkas dokumen kita dimasukkan dalam map untuk tahap wawancara. Tahapan ketiga, melakukan wawancara. Yang pertama ditanyakan saat wawancara adalah untuk apa saya pergi ke US. Disusul kemudian pertanyaan-pertanyaan lain yang saya lihat berkaitan dengan data yang telah kita isikan di DS-160. Saat setelah selesai wawancara prinsipnya adalah ditolak atau diterima pengajuan visanya. Bila ditolak, maka kata teman saya yang visanya ditolak, paspornya langsung dikembalikan. Bila kita mendapatkan kertas lembaran, prinsipnya pengajuan visa diproses lebih lanjut. Dan kita tinggal menunggu dan berdoa. Proses katanya bisa memakan waktu berminggu-minggu.

Dan alhamdulillah sembilan hari setelah wawancara, saya melihat status visa saya telah ‘issued’. Dan sehari berikutnya saya menerima sms notifikasi dari Aramex untuk mengambil dokumen. Dan malam harinya saya ambil paspor dengan stiker VISA USA yang berlaku hingga 5 tahun sudah tertempel di halaman 16.

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: